Kamis, 08 Oktober 2009
Hiburan
Hai teman- teman! Kaian pernah menonton sirkus tidak?pasti pernah dong! Eh,kalian tau nggak ,sirkus itu juga termasuk hiburan lho! Pasti kalian akan senang jika diajak menonton Sirkus. Nah, macam – macam hiburan itu banyak lho; ada film, acara TV ,kartun, reality show , operet ,drama , nyanyi dan masih banyak lagi. Hiburan diambil dari kata hibur yang berarti bisa menghibur kita.Kalian pernah nggak nonton film? Yaa pasti pernah doong. Film juga hiburan kami pun sering menonton film karena film itu menyenangkan .Selain memberi pelajaran ,Film juga dapat menghibur kita. Ckckckck,, tetapi kalian jangan asal nonton film ya! Karena biasanya terdapat adegan yang tidak boleh ditonton anak-anak,jadi jika kalian mau nonton film bilang sama orang tua kalian dulu ya! Dan jangan lupa harus ada bimbingan dari orang tua biar aman. Kita punya tips nih untuk kalian yang mau nonton film dengan aman:
1.Pilih film yang boleh ditonton semua umur
2.Jangan lupa bawa camilan/popcorn
3.Pilih tempat duduk yang tidak terlalu tinggi,sehingga jika kita
Mau BAK biar gampang.( paling enak ditengah.)
4.Jaga- jaga bawa kaus kaki dan jacket jika tiba-tiba kedinginan
5.jangan taruh barang – barang berharga di kursi
6.diharap tenang,, biar nonton filmnya tambah seru
Nah itu dia tips kami biar kalian nontonya nyaman dan aman. Jadi kesimpulanya , kalau kalian ingin melihat hiburan juga harus hati – hati, nanti taunya malah ada kejadian yang tidak diinginkan.
Selamat menonton film dan hiburan yang lainya ya!
Salam,penulis
Enno
Senin, 05 Oktober 2009
persahabatan adalah kenangan
Tahun demi tahun telah berlalu. Sekarang kami sudah kelas lima SD. Lima tahun telah kita rajut bersama, itu yang membuat kami saling mengerti perasaan sahabat kami.Jika ada salah satu sahabat kami yang sedang bersedih, kami akan selalu mencoba menghiburnya.Tapi, sepertinya saat itu ,kami tidak bisa menghibur Naumi.’’Ini masalah serius.” Katanya. Ternyata, Naumi akan pindah sekolah!Hal ini membuat kita bertiga menangis.” Aku disuruh oleh ayahku, aku tidak bisa menolaknya.”Sahut Naumi.” Iya aku mengerti kok Nau, tapi, bagaimana dengan persahabatan kita?” Tanya ku.Aku dan Fina berusaha untuk tabah menghadapi cobaan ini.Hari demi hari telah kita lalui bersama selalu. Aku dan Fina harus tetap belajar bersama walaupun tidak ada Naumi. Tapi, persahabatan kami harus tetap berjalan meskipun jalan persahabatan kamu tidak lagi lurus. Hari ini terasa sangat sepi, aku dan fina tidak bisa berjalan diatas awan tanpa Naumi. Karena Naumi sudah mengubah hidup kami. Jika tak ada Naumi , bagaikan aku berjalan tanpa sepatu. Kami bertiga adalah tiga sekawan . Jika kami tidak bisa bertemu secara langsung biasanya kami chatting di situs pertemanan facebook. Walaupun kami mengobrol lewat facebook, tapi yang paling penting adalah kami tetap menjadi sahabat. Hari demi hari kami lalui tanpa Naumi. Seperti kacang kehilangan kulitnya . Aku menganggap Naumi dan Fina adalah kakakku. Mereka memberiku pelajaran yang begitu berharga bagi ku. Mungkin mereka menganggapku sama seperti yang aku bicarakan tadi. Banyak kenangan indah yang pernah kita lalui bersama-sama, seperti saat kita berjualan barang bekas di sekolah , berbuka puasa bersama dan masih banyak lagi. Tapi ada juga kenangan pahit yang tentunya pernah kita lalui bersama-sama. Naumi dan Fina adalah orang yang sangat perhatian dan pengertian kepada aku. Jika aku sedang marah kepada mereka, mereka memakluminya. Betapa kuasanya Tuhan kepada hamba-hambaNya. Dari dulu, kami telah dilatih mandiri . Sejak ada kejadian temanku yang kecopetan gara – gara ia sangat manja. Banyak cerita lucu yang pernah kita alami bersama . Ceritanya, waktu itu Fina dan Naumi tidak memperdulikan aku. Nah, pada saat itu aku sangat marah karena mereka tidak memperdulikan aku . Akhirnya , aku tidak mau berbicara pada mereka lagi dan menangis tersedu- sedu. Nah , ternyata pada waktu hari ulang tahun ku , mereka baru memberitahu ku jika mereka hanya berpura- pura tidak peduli pada ku hanya untuk memberiku surprise! Waah mereka itu adalah sahabat yang baik sekaligus jahil. Nah , sejak pengalaman itu terjadi, aku berusaha untuk menjadi sahabat yang terbaik untuk mereka. Kami suka sekali belajar bersama . Walaupun hanya bertiga, tetapi kami tetap senang. Film kesukaan kami hampir semuanya sama,yaitu, High School Musical 3, Denias , dan Laskar Pelangi. Kami selalu berusaha untuk kompak . Sehingga biasanya orang memanggil kami Miss Kompak, hahaha. Kisah kami masih berlanjut. Kami adalah arang yang peduli lingkungan, jadi, esok kelak kami akan menjadi ketua organisasi Greenpeace dan wwf. Kami bertiga selalu mengerti perasaan sahabat . Sudah beberapa bulan kita lalui tanpa Naumi . Itu membuat kami semakin Tabah menghadapi ujian ini . Hubungan persahabatan kami semakin erat saja . Kami selalu Chatting , SMS , telepon , dan lain- lain. Kami berencana untuk membuat gelang persahabatan . Gelang itu akan membuat kami selalu terikat persahabatan yang kuat . Yang nantinya akan membuat aku , Fina dan Naumi selalu mengingat masa lalu kita yang indah. Ya! Seperti itu prinsip kita , persahabatan adalah kenangan , dikala sedih maupun bahagia . Setelah itu kami melihat bintang dimalam yang sangat cerah . Dan diantara bintang– bintang yang lain, ada tiga bintang yang bersinar paling cerah. Itu adalah kami! Kenia , Fina dan Naumi. Bintang yang selalu bersinar paling terang diantara ribuan bintang yang memancarkan cahaya . Dan bintang yang paling cerah itu akan memancarkan kasih sayangnya dikala sedih maupun saat saat bahagia !
Kenia Rashyafirra Putria
( Puti Reno Intan )
Jumat, 24 Juli 2009
Earth
A staggering 80 percent of all the life on Earth is to be found hidden beneath the waves and this vast global ocean pulses around our world driving the natural forces which maintain life on our planet.The oceans provide vital sources of protein, energy, minerals and other products of use the world over and the rolling of the sea across the planet creates over half our oxygen, drives weather systems and natural flows of energy and nutrients around the world, transports water masses many times greater than all the rivers on land combined and keeps the Earth habitable. Without the global ocean there would be no life on Earth. It is gravely worrying, then, that we are damaging the oceans on a scale that is unimaginable to most people.We now know that human activity can have serious impacts on the vital forces governing our planet. We have fundamentally changed our global climate and are just beginning to understand the consequences of that.As yet largely unseen, but just as serious, are the impacts we are having on the oceans.A healthy ocean has diverse ecosystems and robust habitats. The actual state of our oceans is a far cry from this natural norm.A myriad of human pressures are being exerted both directly and indirectly on ocean ecosystems the world over. Consequently ecosystems are collapsing as marine species are driven towards extinction and ocean habitats are destroyed. Degraded and stripped of their diversity, ocean ecosystems are losing their inherent resilience. We need to defend our oceans because without them, life on Earth cannot exist.
Dead oceans, dead planetWe need to defend them now more than ever, because the oceans need all the resilience they can muster in the face of climate change and the potentially disasterous impacts this is already beginning to produce in the marine world.The Greenpeace Defending our Oceans campaign sets out to protect and preserve our oceans now and for the future by setting aside swathes of the global oceans from exploitation and controllable human pressure, allowing these areas the respite they so desperately need for recovery and renewal. Building on a protection and recovery system established to manage land based over-exploitation, Marine Reserves are the ocean equivalent of national parks.Marine Reserves are a scientifically developed and endorsed approach to redressing the crisis in our oceans which work alongside a range of other measures designed to ensure that the demands we make of our oceans are managed sustainably. Beyond Marine Reserves we need to tackle a great many threats to the oceans' viability and find better ways of managing their resources. To this end, while Greenpeace campaigns for Marine Reserves, we also campaign against the acts which have brought the oceans to this point - we expose the countless pressures, reveal the threats, confront the villains and point to the solutions and measures necessary to create sustainable oceans.
The key threats we address are:
Industrial fishingGiant ships, using state-of-the-art equipment, can pinpoint schools of fish quickly and accurately. These industrial fishing fleets have exceeded the ocean's ecological limits. As larger fish are wiped out, the next smaller fish species are targeted and so on. (Canadian Fisheries expert Dr Daniel Pauly warns that if this continues our children will be eating jellyfish.)Simply put, more and more people are competing for less and less fish and worsening the existing oceans crisis. More
BycatchModern fishing practices are incredibly wasteful. Every year, fishing nets kill up to 300,000 whales, dolphins and porpoises globally. Entanglement is the greatest threat to the survival of many species. Moreover, some fishing practices destroy habitat as well as inhabitants. Bottom trawling, for example, destroys entire ancient deep-sea coral forests and other delicate ecosystems. In some areas it is the equivalent of ploughing a field several times a year. More
Unfair fisheriesAs traditional fishing grounds in the north have collapsed, fishing capacity has increasingly turned to Africa and the Pacific. Pirates that ignore regulations and effectively steal fish are denying some of the poorest regions of the world much needed food security and income, and those fleets fishing legally are only giving a small percentage of the profit to African or Pacific States. More
Unsustainable aquaculture
Aquaculture (fish and shellfish farming) is often put forward as the future of the seafood industry, but it is not a solution to overfishing. Many modern aquaculture practices emphasise the unsustainable production of species for high-value export markets. Rapid expansion of intensive aquaculture has resulted in widespread degradation of the environment and the displacement of coastal fishing and farming communities.More
Shrimp aquaculture industry is perhaps the most destructive, unsustainable and unjust fisheries industry in the world. Mangrove clearances, fishery destruction, murder and community land clearances have all been widely reported. MoreThe salmon farming industry also proves farming is no solution - it takes approximately 4kgs of wild caught fish to produce 1kg of farmed salmon. More
Global warmingThe ocean and its inhabitants will be irreversibly affected by the impacts of global warming and climate change. Scientists say that global warming, by increasing sea water temperatures, will raise sea levels and change ocean currents. The effects are already beginning to be felt. Whole species of marine animals and fish are at risk due to the temperature rise - they simply cannot survive in the changed conditions. For example, increased water temperatures are thought to be responsible for large areas of corals turning white and dying (bleaching). More
PollutionAnother significant impact of human activity on the marine environment is pollution. The most visible and familiar is oil pollution caused by tanker accidents. Yet despite the scale and visibility of such impacts, the total quantities of pollutants entering the sea from oil spills are dwarfed by those of pollutants introduced from other sources. These include domestic sewage, industrial discharges, urban and industrial run-off, accidents, spillage, explosions, sea dumping operations, mining, agricultural nutrients and pesticides, waste heat sources, and radioactive discharges. More
Defending our oceansFundamental changes need to be made in the way our oceans are managed. This means that we must act to make sure that human activities are sustainable, in other words that they meet human needs of current and future generations without causing harm to the environment. Accordingly, governments must set aside 40 percent of our oceans as marine reserves. Marine reserves can be defined as areas of the ocean in which the exploitation of all living resources is prevented, together with the exploitation of non-living resources such as sand and gravel and other minerals
Rabu, 03 Juni 2009
Kepedulianku Pada Anak – Anak Kurang Mampu.
Aku bingung banget, apa yang dipikirkan oleh para caleg – caleg yang ada. Aku
Pikir, ternyata mereka hanya tebar janji, katanya mau mensejahterakan rakyatnya
Tetapi apa ? uang bermilyaran dikeluarkan hanya untuk membuat iklan – iklan di
jalanan . Padahal, uang itu lebih baik untuk disumbangkan untuk rakyat kecil... terutama anak – anak jalanan. Sebenarnya aku tidak samasekali mengerti tentang
dunia politik, tapi aku berusaha untuk mengerti. Dulu aku pernah bertanya kepada
bunda ku, bunda kenapa sih pemilu itu harus pake kampanye dijalanan? Kan bikin
ribut... Kemarin aku melihat berita di sejumlah stasiun TV swasta katanya ada
kecurangan ada seorang perwakilan dari satu partai membagikan uang kepada warga
komplek supaya memilih partai yang diwakilinya. Kalo menurut aku orang yang mewakili partainya itu lebih bodoh dari orang yang diberi uang tsb kerena ngapain
juga ngikutin partai itu kalau pertai itu nggak menjamin. Kalau dari aku sendiri
aku sebenernya nggak mengerti seperti apa penderitaan anak jalanan, setiap hari
nggak sekolah eh, malah ngamen dijalan. Apa seorang DPR RI,DPRD 1,DPRD 2,&DPD
melihat semua itu nggak pake hati? Dulu waktu masih jaman kampanye bilang kalo
SAYA AKAN MENSEJAHTERAKAN RAKYAT KECIL SELAMA 5 TAHUN!
eh ternyata cuma tebar janji.Huuh aku binguung supeer dupper bingung karena bicara tentang
dunia politik yang supper dupper rumit. Di Jogjakarta ini alhamdullilah tidak banyak pengamen
di jalanan,tapi aku tetep prihatin sama keadaan orang – orang miskin di seluruh dunia ini.
Aku tahu apa yang selalu dimimpikan oleh anak – anak jalanan di Indonesia ini.. yaitu sekolah.
Aku sangat senang sekali karena mulai tahun 2009 ini banyak sekolah yang gratis.Tapi,,
kenapa sekolah gratis hanya menggratiskan biaya sekolah SD & SMP ? kenapa nggak sekalian
SMA & kuliah aja? Mohon ditindaklanjuti ya!
Dulu ku pernah meremehkan anak – anak jalanan.Tapi aku sekarang mengucap syukur Alhamdullilah pada tuhan yang maha esa karena sudah menyadarkanku pada kenyataan ini.
Kok jumlah anak – anak jalanan di Indonesia ini makin banyak ya? Aku jadi bingung nih!
Di dunia ini kita ditakdirkan untuk bersedekah yaa.. paling enggak 25 persen uang jajan
Kita kan? Dari pada untuk kita belikan barang yang tidak berguna sisa uang jajan kita
Mendingan untuk anak – anak jalanan saja! Kan lumayan dapet pahala dan juga kita bisa
Ikut membantu anak – anak jalanan.Dulu aku dan tetanggaku iuran setiap minggu Rp2500,00
Setiap bulan .Nah baru akhir bulan kita menyumbang ke anak – anak jalanan.Walaupun tidak
Cukup banyak tapi setidaknya kita sudah memberikan 25 persen uang jajan kita setiap bulan.
Sekarang aku suka memberi barang – barang bekasku pada anak – anak pengemis di jalanan
Yang aku lewati. Kalau orang – orang yang ekonominya kurang baik , menurut aku bisa aja
Bersedekah lewat doa ya kan supaya hidup anak – anak jalanan lebih baik dan sejahtera.
Aku pernah lho diceritain sama guru agama ku katanya kalau kita bersedekah sekecil apapun
Maka balasanya akan 70 kali lipatnya dari yang kita sedekahkan.
Rabu, 22 April 2009
what we do ?
Kebakaran hutan dan lahan seakan sudah menjadi "tradisi" tahunan di Indonesia terutama setiap kali musim kemarau datang. Pada kejadian kebakaran berskala besar di tahun 1997-98, diestimasikan sekitar 10 juta hektar lahan yang rusak atau terbakar, dengan kerugian untuk Indonesia terhitung 3 milyar dollar Amerika. Kejadian ini sekaligus melepaskan emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 0,81-2,57 Gigaton karbon ke atmosfer (setara dengan 13-40% total emisi karbon dunia yang dihasilkan dari bahan bakar fosil per tahunnya) yang berarti menambah kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global.
Dampak penting dari kebakaran hutan dan lahan sangat dirasakan terutama oleh masyarakat yang menggantungkan hidupnya kepada hutan, satwa liar (seperti gajah, harimau dan orang utan) yang kehilangan habitatnya, sektor transportasi karena terganggunya jadwal penerbangan dan juga masyarakat secara keseluruhan yang terganggu kesehatannya karena terpapar polusi asap dari kebakaran. Tercatat sekitar 70 juta orang di enam Negara di lingkup ASEAN terganggu kesehatannya karena menghirup asap yang diekspor dari kebakaran di Indonesia pada tahun 1997-98.
Penyebab utama dari kebakaran hutan dan lahan adalah ulah manusia yang menggunakan api dalam upaya pembukaan hutan dan lahan untuk hutan tanaman industri/HTI, perkebunan, pertanian, dll (lihat Gambar 1). Selain itu, kebakaran diperparah akibat meningkatnya pemanasan global itu - kemarau ekstrim, yang seringkali dikaitkan dengan pengaruh iklim El Niño, memberikan kondisi ideal untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kamis, 09 April 2009
best friend 4ever...
pastilah itu..
tapi buat yang nggak punya sahabat ayo dong
kalian harus bergaul !
aku punya dua sahabat, namanya Febby dan Naura.


